Sebamed Indonesia

Penyebab kulit kering

Efek Polusi Bagi Kulit dan Cara Mencegahnya

Efek polusi bagi kulit – Polusi memang sulit dihindarkan bagi Anda yang tinggal di daerah perkotaan, seperti Jakarta. Berdasarkan data di IQAir, Daerah Khusus Jakarta menduduki peringkat ke-18 kategori tingkat polusi di dunia (2023). 

Dengan peringkat tersebut, setidaknya banyak warga Jakarta yang terkena dampak dari polusi. Tentunya, sering terpapar polusi ke kulit bisa menyebabkan efek negatif bagi Anda. Lalu, apa saja efek polusi bagi kulit? Simak penjelasannya di bawah ini.

Efek Polusi Bagi Kulit

Selain menyebabkan efek negatif pada pernapasan, efek dari polusi juga bisa menyebabkan masalah serius pada kulit Anda.

1. Kerusakan Kolagen

Kolagen sangat penting untuk meningkatkan elastisitas kulit. Ditambah, produksi kolagen yang stabil bisa mencegah Anda dari penuaan dini. 

Namun, senyawa kimia dari polusi bisa merusak produksi kolagen di kulit Anda. Jika hal itu terjadi, maka kulit Anda lebih mudah kendur, keriput, dan tampak kusam. Hal ini tampak ketika terlalu lama di tempat pencemar udara. 

2. Jerawat

Jerawat dapat timbul karena menumpuknya minyak, sel kulit mata, atau debu dan kotoran yang menempel pada wajah. Polusi dapat menyebabkan paparan debu dan kotoran lebih sering terkena ke wajah. Alhasil, terjadi penyumbatan pada pori-pori di kulit wajah dan timbul jerawat.

3. Iritasi Kulit

Bagi yang memiliki kulit sensitif, Anda kemungkinan besar lebih sering terkena gejala iritasi kulit di wilayah polusi. Ditambah, jika sering terpapar pada bahan kimia, seperti asap kendaraan bermotor selama perjalanan dan polutan industri.

Gejala iritasi kulit bisa ditandai dengan kemerahan dengan rasa perih atau nyeri. 

4. Muncul Flek Hitam

Cuaca panas dan polusi udara memang akan sulit dihindarkan pada wilayah perkotaan. Hal ini juga bisa memicu flek hitam pada kulit Anda. 

Diketahui, saat terpapar polusi udara, sel tubuh akan memproduksi lebih banyak antioksidan dan melanin. Produksi melanin yang berlebihan dari paparan polusi akan menimbulkan flek hitam. 

5. Memperburuk Penyakit Kulit

Diketahui, penyebab polusi, seperti asap kendaraan dan polutan industri mengandung bahan kimia yang mampu menembus lapisan kulit. Jika bahan kimia tersebut terus berinteraksi/bersentuhan dengan kulit, maka memicu stres oksidatif dan peradangan. Kondisi ini dapat memperparah penyakit kulit yang sudah ada, seperti psoriasis, eksim, dan dermatitis. 

Cara Mencegah Kulit Rusak Akibat Polusi

Mengingat dampak polusi yang tidak baik untuk kulit, pastinya Anda perlu menghindari polusi di lingkungan Anda. Bagaimanapun, menghindarinya akan sulit jika Anda tinggal di kota metropolitan. 

Untuk itu, ada beberapa cara untuk mencegah dampak buruk dari polusi yang dapat Anda lakukan sebagai berikut.

1. Rutin Mandi

Bagi yang bekerja di lapangan/luar ruangan, pastikan Anda rajin mandi setidaknya dua kali sehari. Hal ini untuk membersihkan debu dan kotoran yang menempel pada kulit Anda secara menyeluruh. 

Pastikan juga untuk menggunakan pembersih dengan pH yang tepat agar Anda terhindar dari  gejala kulit kering, psoriasis, eksim, atau dermatitis saat di luar ruangan.

2. Hindari Merokok dan Minuman Alkohol

Dua kebiasaan ini wajib Anda hindari. Paparan asap rokok akan memengaruhi skin barrier kulit Anda. Ditambah, bahan kimia pada rokok akan merusak kulit Anda secara perlahan. 

Selain itu, minuman beralkohol akan merusak sel tubuh Anda dari dalam. Hal ini bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan hormon kulit pada tubuh Anda. 

3. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin E dan Antioksidan

Selain melakukan perawatan dari luar, Anda perlu merawat diri pada bagian dalam melalui makanan bergizi. Bagi Anda yang ingin melindungi kulit dari polusi, pastikan untuk selalu memakan makanan kaya vitamin E dan antioksidan. 

Vitamin E berkhasiat untuk meregenerasi kulit yang rusak dan mencerahkan kulit. Selain itu, antioksidan akan berperan penting bagi kulit dalam melawan radikal bebas, seperti bakteri dan bahan kimia dari polusi.

4. Gunakan Pelembap

Pelembap adalah produk perawatan kulit wajib bagi Anda untuk mencegah efek polusi. Pastikan, pelembap yang Anda pilih harus sesuai tingkat pH ideal kulit manusia, yakni pH 5,5. 

Hal ini dapat memperkuat skin barrier dan kelembaban alami secara mandiri. Dengan begitu, kulit Anda bisa terhindar dari efek negatif polusi, seperti iritasi dan kekeringan. 

Selain itu, Anda juga bisa memilih pelembap yang kaya akan vitamin E, seperti yang terdapat pada rapeseed sterols dan avocado oil. Vitamin E mampu meregenerasi kulit yang rusak akibat polusi, serta mencegah penuaan dini.

5. Rutin Bersihkan Wajah

Efek polusi dapat menyebabkan bahan kimia, debu, dan kotoran dapat menempel pada wajah Anda. Cara membersihkannya juga tidak cukup dengan air saja. Anda juga perlu pembersih wajah yang mampu mengangkat sel kulit mati, serta membunuh bakteri pemicu jerawat. 

Disarankan bagi Anda dalam memilih pembersih wajah, yakni harus bebas dari sabun, paraben, dan bahan kimia yang berbahaya bagi kulit wajah. Pemilihan kandungan juga harus aman bagi jenis kulit Anda. Contoh kandungan yang disarankan untuk kulit Anda, seperti montaline dan panthenol. 

Dua kandungan tersebut efektif membunuh bakteri, membersihkan kotoran sampai ke pori-pori, dan meregenerasi kulit yang rusak. 

6. Gunakan Tabir Surya

Terakhir, Anda bisa gunakan sunscreen atau tabir surya yang mengandung SPF tinggi. Hal ini bisa memberikan perlindungan maksimal bagi Anda, khususnya Anda yang kerja atau beraktivitas lebih sering di luar ruangan. 

Beberapa kandungan yang bisa menjadi patokan Anda dalam memilih sunscreen, yakni vitamin E, panthenol, dan hydrofructol. Beberapa kandungan itu mampu mencegah hiperpigmentasi akibat polusi, melembabkan kulit, mencegah radiasi UV dan penuaan dini.

Demikian informasi seputar efek polusi bagi kulit dan cara mencegahnya. Jika Anda mengalami masalah kulit yang lebih serius akibat polusi dan paparan sinar UV, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. 

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *