Sebamed Indonesia

tipe dan ciri-ciri jerawat

Ketahui Tipe dan Ciri-ciri Jerawat, Serta Cara Mengatasinya

Ketahui tipe dan ciri-ciri jerawat – Jerawat adalah masalah kulit yang ditandai dengan timbul bintik-bintik, khususnya pada area wajah, punggung, bahu, leher, dan lengan atas. Penyebab jerawat sendiri bisa beragam tergantung, seperti faktor genetik atau lingkungan.

Bagaimanapun, jerawat bisa mengganggu penampilan Anda. Tidak hanya itu, jerawat juga tidak bisa diselesaikan dengan sembarangan. Anda perlu mengidentifikasi tipe dari ciri-ciri jerawat Anda. 

Sebab, ada beberapa tipe dan ciri-ciri jerawat yang berbeda. Berikut beberapa tipe dan ciri-ciri jerawat yang perlu Anda ketahui. 

Tipe dan Ciri-ciri Jerawat, Serta Cara Mengatasinya

Tipe dan ciri-ciri jerawat
Tipe dan ciri-ciri jerawat | Sumber: gettyimages

Sebelum Anda mencari tahu obat jerawat, pastikan Anda perlu mengetahui titik, ciri-ciri, serta tipe jerawat Anda. Hal ini untuk meminimalisir masalah kulit lainnya yang mungkin timbul dari penanganan jerawat tidak tepat. 

Di list ini, juga terdapat cara mengatasi jerawat Anda yang bisa dicoba di rumah.

1. Jerawat Blackheads

Apakah Anda pernah melihat wajah seseorang yang memiliki titik atau komedo berwarna hitam? Kemungkinan besar ia terkena jerawat blackheads. 

Baca juga: Perbedaan Face Cleanser dan Facial Wash, Apa saja?

Jerawat ini biasa muncul karena tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih. Tentunya jerawat ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan yang tepat. 

Untuk itu, Anda perlu menghilangkannya dengan menggunakan krim wajah dan/atau pembersih yang mengandung microbeads. Kandungan tersebut mampu membunuh bakteri akibat komedo, membersihkan pori-pori yang tersumbat, mengurangi minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati.

2. Jerawat Bakteri (Acne Vulgaris)

Ada jerawat yang disebabkan oleh bakteri. Salah satunya adalah acne vulgaris. Jerawat tipe ini disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Propionibacterium acnes (P.Acne). Jerawat ini dapat terus berkembang dan berpencar seiring produksi minyak dan bakteri yang berlebihan pada wajah.

Kondisi ini dapat terjadi karena pori-pori kulit tersumbat oleh kotoran, sel kulit mati, dan minyak berlebih. Diketahui, jerawat bakteri juga memengaruhi remaja di Amerika Serikat sekitar 85 persen. 

Ciri-ciri pada jerawat ini adalah jerawatnya besar dan berpencar, kulit mudah memerah, bernanah di pusat jerawat, serta timbul peradangan. 

Setelah Anda mengetahui proses P.Acne berkembang, ada beberapa cara melawan jerawat ini, yakni membersihkan pori-pori dari bakteri dan sebum berlebihan, serta mengembalikan kulit ke pH 5,5 agar dapat melawan bakteri secara mandiri.

Anda bisa gunakan pembersih dengan formulasi pH 5,5 untuk membersihkan pori-pori dari sebum (minyak) berlebih dan perawatan yang mengandung bahan choloroxylenol yang bermanfaat untuk melawan bakteri P. Acne agar jerawat dapat diatasi. Selain itu, pilih  pelembap yang bebas minyak untuk agar mengatasi minyak berlebih pada wajah. 

3. Jerawat Jamur (Fungal Acne)

Jerawat jamur atau pityrosporum foliculitis adalah kondisi timbul jerawat karena pertumbuhan jamur bernama Malassezia. Hal ini bisa terjadi karena folikel rambut terinfeksi oleh jamur Malassezia. 

Karakteristik jerawat ini bisa dikenali melalui ruam kemerahan kecil yang muncul di area wajah, dada, dan punggung. Selain itu, Perbedaan pada jerawat bakteri dan jerawat jamur adalah jerawat jamur cenderung memicu rasa gatal.

Penyebab jerawat ini bisa terjadi karena kondisi lingkungan, penggunaan antibiotik, serta ketidakseimbangan sistem imunitas tubuh. Selain itu, kulit yang sudah tidak ada di tingkat keasaman (pH) 5,5 lagi juga bisa menjadi penyebab jerawat ini. Hal ini dapat terjadi karena lapisan pelindung (skin barrier) tidak dapat menjaga terhadap jamur atau bakteri lainnya.

Jerawat jamur juga lebih mudah beruntusan atau menyebar (jerawat pasir) dan terjadi pada kulit kering. Hal itulah yang membedakan antara jerawat jamur dengan jerawat bakteri (P.acne).

Baca juga: Kandungan Skincare untuk Ibu Hamil yang Aman

4. Jerawat Kistik

Jerawat kistik atau jerawat batu memiliki ciri khas, yakni benjolan merah cukup besar dan keras. Penyebabnya adalah penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit bagian dalam. 

Tentunya jerawat ini terbilang parah. Untuk mengatasinya, Anda perlu scrub untuk mengangkat sel kulit mati, serta membunuh bakteri jerawat secara efektif. 

Perlu diingat, bahwa jerawat ini merupakan golongan jerawat yang parah sehingga Anda perlu selektif untuk memilih produk makeup dan skin care yang non-comedogenic. Tidak hanya itu, berhati-hati di lingkungan yang membuat kulit berminyak, seperti di restoran cepat saji (fast-food) dan rambut yang cenderung berminyak karena berpotensi membuat wajah lebih berminyak.

5. Jerawat Papula dan Pustula

Tipe jerawat ini memiliki ciri utama, yakni benjolan kecil berwarna merah pada kulit. Jika disentuh, Anda akan terasa nyeri di sekitar jerawat. Penyebabnya beragam, seperti pengaruh hormonal, infeksi bakteri P.Acne, produksi sebum (minyak) berlebih, penyumbatan di kalenjar minyak atau folikel rambut, serta stres.

Jerawat ini bisa bertambah besar, memerah, serta bengkak. Jerawat papula terjadi karena kemungkinan besar komedo putih/hitam dibiarkan begitu saja. Alhasil, iritasi pada sel kulit terjadi di area sekitarnya.

Jika dibiarkan terus menerus, jerawat papula bisa menjadi jerawat pustula, yakni jerawat dengan cairan nanah di dalamnya.

Untuk menghilangkannya, Anda bisa memilih produk pembersih dengan kandungan rapeseed sterols, vitamin C, montaline, dan panthenol yang dapat membunuh bakteri secara efektif, mengangkat sel kulit mati, serta mengurangi minyak berlebih.

Anda juga bisa menggunakan pelembab dengan kandungan aloevera, allantoin, dan panthenol. Bahan-bahan itu mampu menekan pertumbuhan bakteri jerawat, menyembuhkan luka jerawat, dan mengurangi infeksi.

7. Jerawat Nodul

Jerawat nodul termasuk jerawat yang parah dan tidak bisa diobati dengan obat jerawat sembarangan. Penyebab jerawat ini karena faktor genetik dan hormon yang tidak seimbang. 

Ciri-ciri jerawat ini adalah berbentuk besar, keras, terasa sakit, dan muncul di bawah permukaan kulit. Anda mungkin merasa nyeri pada area jerawat yang dapat bertahan berminggu-minggu, bahkan lebih. 

Walaupun jerawat ini timbul karena hormon, menjaga kulit tetap bersih dengan facial wash di pH 5,5 yang ideal untuk skin barrier alami, serta membantu mengurangi jerawat akibat hormon. Selain itu, Anda dapat gunakan pelembap yang mengandung aloevera untuk menenangkan kulit agar tidak terasa sakit, dan mempercepat pemulihan jerawat. 

Demikian informasi tentang tipe dan ciri-ciri jerawat, serta cara mengatasinya. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter apabila kondisi jerawat semakin serius.

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *