Penyebab rambut Rontok

Ada banyak tipe kerontokan rambut, mulai dari rambut yang menipis atau yang melibatkan kebotakan seluruh rambut. Hal tersebut dapat terjadi secara tiba – tiba atau bertahap, bisa dialami orang tua maupun muda. Normalnya ada 50 – 100 rambut yang rontok per hari. Perhatikan saat anda berkaca, jika ada pitak atau rambut yang menipis maka perlu diawasi karena bisa jadi itu tanda kerontokan rambut. Berikut akan kita bahas penyebab kerontokan rambut tersebut.

Kerontokan Karena Stres

Stres fisik seperti sehabis operasi, faktor genetik/faktor alam, atau akibat penyakit parah bisa menyebabkan kerontokan sementara. Stres fisik yang timbul dari kehamilan lalu menyebabkan kerontokan rambut biasanya terjadi setelah kelahiran daripada saat masa hamil. Secara mendadak mengalami penurunan berat badan juga termasuk stres fisik dan kerontokan rambut yang signifkan beriringan dengan turunnya berat badan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada pola makan seperti anoreksia atau bulimia. Tipe kerontokan ini disebut Telogen Effluvium yaitu rambut menipis pada berbagai area di kepala dan bukan hanya pitak di beberapa tempat saja. Untungnya, rambut di bagian tubuh lain tidak terpengaruh dengan kondisi ini. Kerontokan dapat terlihat secara kasat mata tiga hingga enam bulan setelah trauma tapi bisa tumbuh kembali sekitar enam bulan kemudian.

Kerontokan rambut karena stres emosi lebih jarang terjadi dibanding stres fisik. Mungkin stres emosi bukan penyebab utama kerontokan rambut tapi bisa memperburuk masalah kerontokan yang sudah ada. Kebiasaan menarik rambut secara kompulsif disebut Trichotillomania. Kebiasaan tarik menarik rambut ini bisa merusak rambut dan berujung pada kerontokan. Cara mengobatinya bisa dengan anti depresi atau terapi merubah perilaku. Rambut memiliki siklus kehidupan yaitu fase pertumbuhan (fase anagen), fase istirahat (fase catagen), dan fase pengguguran (fase telogen). Saat anda mengalami kejadian yang membuat stres bisa berakibat mengganggu siklus kehidupan rambut.

Berhati – Hati dengan yang Kita Makan

Apa yang anda makan juga bisa berpengaruh pada kerontokan. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin A, baik yang didapat dari suplemen maupun perawatan medis bisa memicu kerontokan rambut. Sebaiknya mengonsumsi 5.000 International Unit (IU) per hari untuk dewasa dan anak berumur diatas empat tahun karena suplemen itu sendiri bisa mengandung 2.500 hingga 10.000 IU. Ini dari vitamin A, bagaimana dengan vitamin B dan protein? Rendahnya konsumsi vitamin B dan sumber protein ternyata berbahaya bagi keindahan rambut. Jika anda tidak mendapat protein yang cukup maka tubuh anda menyimpan protein dengan menghentikan pertumbuhan rambut. Cara mencegah kerontokan rambut adalah dengan menambahkan ikan, daging, sayuran yang mengandung banyak karbohidrat, buah-buahan selain Citrus, dan telur pada diet anda.

Beberapa jenis pengobatan medis juga dapat memicu kerontokan rambut. Obat pengencer darah tertentu, obat – obatan yang berhubungan dengan tekanan darah (dikenal juga dengan Beta – Blockers), Methotrexate (biasa digunakan untuk mengobati kondisi rematik dan beberapa penyakit kulit), Lithium, Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDS) termasuk Ibuprofen dan kemungkinan juga anti depresi bisa berefek pada kondisi rambut anda. Jika obat dari dokter anda memicu kerontokan rambut, disarankan untuk meminta dokter anda mengurangi dosis atau berganti ke obat yang lain.

Seimbangi perawatan rambut tak hanya dari dalam tubuh tapi juga dari pemilihan shampoo seperti yang ditawarkan Sebamed pada produk C yang bisa mengurangi kerontokan rambut, dengan bahan aktif ginkgo biloba, caffeine dan Piroctone Olamine yang dapat mengaktifkan kembali peredaran darah dikulit kepala serta fungsi kulit yang akhirnya rambut tidak akan rontok.

Sumber dari Health dan NHS

Leave a Reply