Beragam Reaksi Kulit karena Kemoterapi
Istilah Chemotheraphy atau kemoterapi biasa digunakan untuk pengobatan penyakit kanker. Perubahan pada kulit atau iritasi kulit dapat terjadi saat dan terkadang setelah kemoterapi. Tak semua obat kemoterapi menyebabkan terjadinya reaksi kulit tapi penting untuk diingat bahwa kulit dapat menjadi lebih sensitif atau rawan teriritasi selama perawatan.
Reaksi kulit
Penyebab kulit bereaksi terhadap kemoterapi sebenarnya susah diketahui tapi pada dasarnya kulit bereaksi karena racun (toxic) atau penderitanya memiliki alergi. Reaksi kulit karena alergi tidak terpengaruh dari dosis obat tapi dari obatnya sebagai pemicu alergi. Namun berbeda untuk reaksi kulit karena racun, reaksinya bergantung pada dosis dan reaksinya selesai saat obatnya dihentikan. Berikut ragam reaksi kulit karena kemoterapi :
- Beberapa obat kemoterapi bisa menyebabkan kulit dan pembuluh darah karena kelebihan pigmen kulit menjadi gelap. Hal ini berkaitan dengan reaksi Phototoxic dimana area yang terekspose ke cahaya dapat berubah menjadi keemasan-coklat atau biru-keabuan.
- Kulit yang memerah atau flushing. Kemerahan sementara pada muka dan leher yang disebabkan melebarnya pembuluh darah kapiler, hal ini dapat terjadi karena obat kemoterapi tertentu.
- Area ter-radiasi yang memerah kembali atau Radiation Recall. Kulit memerah lagi saat obat kemoterapi tertentu diberikan ke penderitanya. Reaksi kulit ini mirip dengan kulit yang terbakar karena matahari (Sun-burn).
- Perubahan pada kuku dimana menggelap atau menguningnya kuku, kuku pecah, muncul garis, kuku jari terlepas dari dasar kuku. Reaksi ini utamanya terjadi pada orang berkulit gelap. Perubahan kuku itu beragam seperti munculnya garis Beau, garis Mee dan Leukonychia serta bisa juga mengakibatkan Onycholysis dan Onychodystrophy.
- Meningkatnya respon kulit karena radiasi ultraviolet (cahaya matahari). Fotosensitivitas dapat berlanjut hingga beberapa bulan setelah perawatan selesai.
Kulit kering. Terjadinya pengelupasan kulit yang ringan, kasar, kulit terasa kaku, dan gatal yg berujung pada kulit kering. Hal-hal yang dapat memperburuk kulit kering termasuk dehidrasi (kurang cairan tubuh), cuaca ekstrim, pewangi/parfum, dan alergi. Penting untuk mencegah keadaan kulit kering menjadi lebih buruk dengan penggunaan produk Sebamed Anti-Dry Day Defence Cream, konsetrat tinggi Phytosterols pada krim ini dapat meringankan kulit muka yang kering dan sensitif. Tak hanya itu, untuk menjaga kulit dari kekeringan lebih lanjut, produk Anti-Dry Hydrating Body Lotion yang direkomendasikan oleh dokter juga berfungsi meningkatkan keseimbangan lipid sehingga kulit bisa lembut dan halus. Penggunaan produk sebamed di atas, harus dimulai dengan membersihkan tubuh menggunakan Sebamed Emulsion Wash pH 5,5 untuk menyesuaikan keadaan pH kulit tubuh.- Ruam merupakan istilah yang digunakan secara umum untuk berbagai macam reaksi kulit yang timbul seperti kemerahan dan permukaan kulit menjadi tidak rata dan kasar. Ruam Macularpapular adalah reaksi kulit yang paling sering terjadi dengan gejala kulit berwarna merah terang dan terasa panas. Jerawat juga bisa timbul atau memburuk karena kemoterapi. Reaksi lainnya seperti Psoriasis (artikel terkait bisa dilihat di sini), Purpura (kondisi dimana terjadi pendarahan di bawah kulit atau membran Mucous), dan gejala Steven-Johson (reaksi kulit berat tapi tidak biasa, melibatkan gejala seperti flu dan gejala lanjutannya bisa bervariasi polanya. Reaksi yang terjadi adalah kulit melepuh dan ter-erosi).
Sumber dari Chemocare dan Canadian Care Center.