Keputihan Sebagai Pengatur dan Pembersih
Tubuh kita bekerja secara hebat. Bagaimana kita beraktivitas sehari-hari tanpa menyadari bagaimana tubuh bekerja dalam membersihkan diri menarik untuk dibahas, termasuk area kewanitaan dalam melakukan tugasnya. Keputihan pada wanita merupakan keadaan dimana keluarnya cairan pembersih yang membawa sel mati dan bakteri dari dalam vagina dan serviks. Keputihan awalnya dianggap sebagai beban, penyakit yang berbahaya, atau proses untuk mensucikan diri. Di abad ke enam belas, keputihan levelnya sama seperti menstruasi, keduanya dianggap proses normal bagi wanita berumur matang yang sudah bisa memberikan keturunan.
Umumnya keputihan adalah hal normal yang terjadi dengan volume yang beragam, bau dan warna yg khas, dan keputihan bergantung pada lamanya masa menstruasi. Misal, tidak ada keputihan saat berovulasi, menyusui, atau terangsang secara seksual. Baunya pun berbeda, tergantung apakah karena wanita tersebut sedang hamil atau tidak tepat dan benar dalam membersihkan area kewanitaannya.
Vagina yang sehat
Vagina bisa dibilang sebagai penghubung antara keadaan lingkungan di luar tubuh dengan organ dalam. Kadar pH vagina bersifat asam, hal ini artinya dapat menghalangi terjadinya infeksi. Vagina yang sehat menghasilkan sekresi yang mampu mengatur dan membersihkan sendiri, sama seperti saliva yang bertugas sebagai pengatur dan pembersih mulut. Bila pengeluaran sekresi ini terganggu maka dapat berakibat infeksi. Normalnya keputihan itu bening, berwarna seperti putih susu atau bisa juga kekuningan karena terinfeksi bakteri serta terkadang ada flek putih yang tipis dan lengket. Perubahan pada keputihan bisa juga terjadi karena beberapa hal termasuk siklus menstruasi, pemicu stres, nutrisi, kehamilan, penggunaan obat-obatan, dan ransangan seksual. Siklus menstruasi juga berpengaruh pada meningkatnya kelembapan dan bagaimana bentuk keputihan di pertengahan siklus ini. Kadar pH pada vagina berubah-ubah saat siklus menstruasi, kadar pH yang rusak sebelum dan saat menstruasi sehingga kemungkinan infeksi besar terjadi. Cegah kemungkinan iritasi dan inflamasi dengan Feminine Intimate Wash pH 3,8 yang mengandung Bisabolol dan Aloe Vera yang mencegah kekeringan pada area kewanitaan anda, serta memberikan rasa nyaman pada saat digunakan dan harum lembut tanpa efek samping
Sumber:
Brahler E. 2012. Body Experience: The Subjective Dimension of Psyche and Soma Contributions to Psychosomatic Medicin. Berlin: Springer – Verlag
http://www.mckinley.illinois.edu/handouts/vaginal_discharge.html