Perubahan Hormon Pada Kulit
Seiring terjadinya perubahan hormon kewanitaan sering kali menimbulkan masalah pada kesehatan tubuh, terutama kesehatan kulit.
Setiap wanita pasti mengalami pubertas, menstruasi, kehamilan dan menopause. Keadaan ini memicu terjadinya perubahan hormon yang signifikan dalam tubuh. Apakah perubahan hormon tersebut mempengaruhi kecantikan kulit? Tentu saja, ladies!
Salah satunya adalah ketika seorang perempuan mulai memasuki masa menopause. Mereka akan mengalami perubhana hormon yang mengurangi kemampuan tubuh memproduksi kolagen. Tentunya, hal ini mempengaruhi elastisitas kulit yang membuatnya menjadi keriput.
Secara medis seperti pada saat menopause, didalam tubuh terjadi perubahan dalam proses produksi hormon. Ketidakseimbangan perubahan hormon dapat mempengaruhi kesehatan dan kelenturan pada permukaan kulit. Begitupun ketika usia semakin bertambah maka tekstur dan kelenturan kulit pun berubah dan cenderung kering. Ketika wanita memasuki masa pra menopause sampai fase menopause kulit akan berubah menjadi kering, terlihat kendur dan kehilangan elastisitas.
Untuk mengembalikan kesehatan dan kelembaban kulit agar tetap sehat dan terjaga penting untuk kita selalu menggunakan jenis pembersih dan pelembab yang mampu mempertahankan kondisi kulit tetap segar dan kelembabannya terjaga dengan baik.
Mandi adalah proses menjaga kesehatan tubuh yang paling mendasar dan pasti dilakukan setiap hari secara rutin. Sangatlah penting untuk menggunakan jenis pembersih anti dry yang lebih spesifik aman untuk kulit, bebas dari unsur sabun dan mempunyai derajat keasaman atau pH 5,5.